5 Bandara Paling Unik Di Dunia




Bandara/Airport merupakan sebuah fasilitas di mana pesawat terbang lepas landas dan mendarat. Suatu bandara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landasan pacu, sedangkan untuk bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya seperti bangunan terminal dan hanggar. Namun ada juga hal-hal yang membuat unik Bandara tersebut.

1. Princess Juliana International Airport (St.Marteen) 




Bandara ini memiliki landasan yang sangat dekat dengan pantai yang selalu dipenuhi oleh para turis yang sedang berjemur. Walaupun belum pernah ada kecelakaan serius yang mengakibatkan korban jiwa, tetapi baik saat tinggal landas maupun saat mendarat semburan jet (Jet blast) dari pesawat-pesawat tersebut dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi turis yang berada di sekitarnya.
Pertanyaanya adalah mengapa airport ini masih digunakan, bahkan untuk penerbangan komersial yang padat? Jawabannya adalah bagaimanapun juga tetap airport ini adalah tempat yang paling aman untuk penerbangan dari seluruh lokasi yang ada di pulau ini.

2. Juancho E. Yrausquin Airport




Juancho E. Yrausquin Airport adalah satu-satunya airport pulau Saba di kepulauan Karibia. Airport ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan. Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini.
Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial. Bahaya datang dari kondisi geografis dari airport itu sendiri, di satu sisi bukit yang tinggi dan dikedua ujung landasan terdapat jurang yang langsung menuju lautan. Sangat berbahaya bagi pesawat dengan kemungkinan tidak dapat mendarat karena menabrak jurang atau kurang tenaga untuk take off yang menyebabkan jatuh ke jurang juga.

3. Lukla Airport




Gunung yang tinggi di satu sisi dan jurang ribuan meter di sisi yang lain. Airport ini terletak di ketinggian 2900 meter dari permukaan laut, jadi hampir tidak ada kekuatan yang cukup untuk tinggal landas. Lukla Airport adalah airport kecil di kota Lukla di timur Nepal. Pada bulan Januari 2008, pemerintahan Nepal mengumumkan bahwa airport tersebut akan diganti namanya menjadi Airport Sir Edmund Hillary, orang pertama kali yang berhasil mencapai puncak everest. Airport ini sendiri cukup populer karena banyak yang menggunakannya sebagai titik awal pendakian puncak Everest.


4. Gibraltar Airport 




Airport ini terletak di kota gibraltar, salah satu pulau yang termasuk dalam persemakmuran inggris, ia terletak di bagian barat daya Eropa, tepatnya di bagian selatan pesisir Spanyol. keunikan airport ini seperti yang bisa kita lihat di gambar, dimana di airport ini terdapat jalan raya yang menghubungkan 2 sisi kota, dan terletak di tengah-tengah runway airport tersebut. Jika di Indonesia rel kereta api yang melintang di jalan raya tapi kalau disini run away pesawat.

5. Kansai internasional Airport




Kansai International Airport merupakan bandara pertama di Jepang yang dibangun di tengah laut dalam bentuk seperti pulau buatan. Bandara ini pertama kali dibuka untuk umum pada 4 September 1994. Sejarah pembangunan bandara ini bermula pada awal tahun 1960 ketika Bandara Narita di Tokyo tidak mampu lagi untuk menampung jumlah penumpang yang akan diberangkatkan. Pengembang kemudian menyusun sebuah rencana pembangunan bandara baru yang akan dibangun dekat dengan kota Kobe dan kota Osaka. Rencananya bandara baru tersebut akan diberi nama Osaka International Airport.

Pembangunan bandara ini urung dilaksanakan karena banyaknya protes yang berkaitan dengan polusi udara yang akan ditimbulkan bila pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, pengembang pun mengusulkan agar bandara baru yang nanti akan dibangun tidak berada di tengah pemukiman penduduk, tetapi dipindahkan ke daerah yang dampak kerusakan lingkungannya relatif kecil jika pembangunan bandara ini jadi dilaksanakan, Pembangunan bandara pun tetap dilaksanakan dengan tempat pembangunan dilaksanakan di Osaka Bay yang relatif jauh dari pemukiman penduduk.